ALUMNI RAMADHAN 1441-H SEPERTI APAKAH KITA?


Tak terasa ternyata kita sudah di penghujung Ramadhan. Bagaimana perasaanmu?, sedihkah?, biasa aja?, tambah semangat?, makin lemas?, atau sama sekali tak ada rasa?. Saya meyakini semua orang merasakan Ramadhan kali ini memang sangat berbeda. Sayapun merasakan hal yang sama. Ini merupakan Ramadhan pertama kami di negeri orang, saya pribadi sebenarnya sudah terbiasa ber-Ramadhan atau ber-Lebaran di rantau, akan tetapi pandemi ini benar-benar membuat segalanya terasa beda. Akan tetapi tentu saja tetap dengan esensi bulan Ramadhan yang sama.


Alhamdulillah sejak awal saya dan suami memang sudah bikin Ramadhan planner yang dipercantik dengan Ramadhan wall di rumah. Dapat dilihat di artikel saya sebelumnya tentang Ramadhan tetaplah Ramadhan walau... Evaluasi akhir kami alhamdulillah secara garis besar semua target terpenuhi, bahkan di beberapa list ada pencapain melebihi target. Selain target ibadah saya pribadi juga ada target produktifitas hobi dalam dunia kepenulisan. Dan alhamdulillah semuanya dapat terlaksana dengan baik dan tuntas.

Disisi lain, tentu kita ingin menjadi alumni yang berhasil dalam ber-Ramadhan kali ini. Dan pastinya, berhasil atau tidaknya Ramadhan kali ini bukan hanya dilihat dari segala aktifitas kita selama Ramadhan saja, akan tetapi berhasil tidaknya Ramadhan kali ini akan terlihat selama 11 bulan mendatang. Apakah Ramadhan ini bisa merubah kita menjadi pribadi lebih baik kedepannya?, atau justru sebaliknya?. Apakah semua Ibadah kita selama Ramadhan kali ini bisa terus konsisten berlanjut hingga Ramadhan tahun depan?, atau berhenti sampai lebaran ini saja?. Apakah produktifitas kita selama Ramadhan bisa menjadi kebiasaan selama 11 bulan kedepan?, atau justru kembali ambyar dengan menghabiskan waktu tanpa arah yang jelas?. Mau menjadi alumni Ramadhan seperti apakah kita? Itu ditentukan Oleh konsistensi harian kita untuk membawa segala aktifitas baik selama Ramadhan ini untuk mengisi hari  11 bulan kedepan.


Ada beberapa tips dari saya agar tidak ambyar setelah Ramadhan :

1. Amal Yaumi


Saya pribadi terbiasa merutinkan Cheklis Amal Yaumi ini sejak mondok di MA dulu tahun 2010an. Sempat fakum setahun lebih, akan tetapi kembali dirutinkan hingga saat ini. Menurut saya ini sangat ampuh untuk mengontrol ibadah harian kita agar tidak ada yang terlupa. Seperti Almatsurat, Target zikir harian, shalat sunnah, tilawah atau murojaah, infaq dan sharing ilmu yang bermanfaat. Amal yaumi ini memang terkesan simple dan monoton, akan tetapi setelah merasakan bagaimana dampak positifnya kita akan terbiasa dan merasa ini sebuah kebutuhan. Terlebih yang sudah menikah dan punya anak. Jangan sampai kesibukan yang tidak selesai membuat kita lupa untuk memetik banyak kesempatan pahala di setiap harinya. Walau sebenarnya segala aktifitas domestik jika diniatkan ibadah maka akan bernilai pahala, akan tetapi saya pribadi tidak mau sebatas itu. Karena saya tau diri , banyak sekali keinginan dunia dan akhirat yang sangat ingin saya capai, banyak sekali target dan harapan kepada setiap anggota keluarga yang ingin saya wujudkan. Untuk itu saya tidak bisa hanya mengandalkan "niat" aktifitas domestik saja. Makanya amal yaumi ini sangat membantu agar setiap hari bisa terasa khusyu beribadah walau tidak di bulan Ramadhan. Cukup hanya pena dan kertas, lalu sesuaikan dengan kesanggupan diri kita masing-masing.

2. Daily Cheklist


Ini salah satu cara time management yang saya bahas tuntas di buku saya selanjutnya. Alhamdulillah bukunya sudah bertemu dengan penerbit. Insyaallah bulan depan sudah bisa Open Pre Order. Disana saya bahas tentang apa saja yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum mengatur waktu. Mulai dari skala prioritas, tanggung jawab sebagai seorang hamba, individu, istri dan Ibu. Juga disana saya akan bahas tentang kunci utama saya bagaimana bisa tetap produktif walau sudah menjadi istri dan ibu, walau hanya berseragam daster, walau hanya di rumah dan walau walau lainnya. Coming soon, mohon doanya.

Daily cheklist ini ampuh jika kita rutin dan konsisten melakukannya. Tipe setiap orang memang berbeda. Tapi cara ini menurut saya cara tersimple agar bisa lebih memproduktifkan waktu, cukup dengan kertas dan pena lalu tempel di dinding dapur atau kamar, atau pintu kulkas.

3. Weekly Planner


Biasanya saya punya target apa aja yang mau saya selesaikan dalam waktu seminggu. Misal bikin mainan anak, menyelesaikan baca buku tertentu  ke anak. Atau saya mau dalam seminggu menimal nulis 6 artikel, atau saya menchallenge diri saya untuk merubah salah satu toxic habit dalam waktu semingggu, dsb. Cara ini biasanya sukses bikin diri saya lebih tertantang di setiap harinya, lebih merasa hidup karena ada yang harus saya lakukan selain domestik yang memang sudah menjadi kewajiban. 

Weekly planner ini isinya gak harus yang muluk-muluk kok. Misal, kita hobbinya nonton, bisa dimasukan ke weekly planner, contoh jatah nonton dalam minggu ini adalah  film sky castle. Nah dalam pelaksanaannya kita menggunakan cara dalam daily cheklis yang akan ada di buku saya selanjutnya, agar apa? supaya hobbi Ibu ini tidak terbentur dengan tugas domestik. Weekly planner ini juga sebagai salah satu ikhtiyar kita agar tidak bablas dipermainkan oleh waktu. Dan juga supaya kita bisa adil untuk diri sendiri sebagai seorang hamba, istri dan ibu.

4. Monthly Evaluation


Untuk mengikat 3 cara di atas, saya biasanya selalu ada evaluasi bulanan. Disini akan terlihat apakah amal yaumi saya banyak yang harus dikafarat-in karena banyak bolongnya, atau apakah ada target mingguan yang tidak tercapai. Atau apakah daily cheklist saya ada yang harus dirubah. Saya pribadi biasanya sudah menentukan iqob dan reward dalam evaluasi ini. Iqob jika ada skala prioritas yang tidak terpenuhi dan reward jika saya bisa mencapai sesuatu. Cara iqob ini bisa membuat saya lebih semangat lagi ibadahnya jika memang ada amal yaumi yang tidak terlaksana. Dan biasanya, iqob disini masih dalam lingkup ibadah juga. Seperti infaq, ngasih makan kucing liar, ngasih hadiah ke orang yg dicinta, dsb. Sedangkan reward sebagai apresiasi saya kepada usaha saya sendiri. Karena diri saya berhak untuk dicintai dan dihargai oleh saya pribadi. Terlebih diri ini juga amanah yang tidak bisa diabaikan hanya karena sudah nambah status menjadi istri atau ibu.

Itulah beberapa cara saya agar bisa membawa segala aktifitas Ramadhan kedalam keseharian. Terkadang juga lalai, bosan, unmood atau jenuh, tapi itu tidak mengapa, manusiawi. Yang terpenting bukan berapa banyak jatuhnya kita ketika  lalai dan jenuh, tapi seberapa besar kekuatan dalam diri kita untuk kembali bangkit dan semangat menjalani hari agar lebih baik. Bagi yang sudah berkeluarga jangan lupa ajak pasangannya dalam mengeksekusi cara di atas. Walau mungkin di awal dia tidak berminat, lambat laun dengan kita memperlihatkan langsung  perubahan positif dalam diri kita setelah memperaktekan cara-cara di atas, insyaallah pasangan juga akan luluh. Bahkan batu yang keras saja bisa tembus oleh tetesan air, apalagi manusia yang fitrahnya memang selalu condong pada kebaikan.

Karena menjadi alumni Ramadhan seperti apakah kita, itu tergantung dari diri kita sendiri. Apakah kita bisa membawa segala aktifitas positif selama Ramadhan ini kedalam hari-hari selama 11 bulan kedepan atau tidak, itu juga tergantung bagaimana kita bisa keluar dari penjara waktu setelah Ramadhan usai.

Semoga cara di atas bisa menjadikan kita sebagai alumni Ramadhan yang berhasil. Dan semoga kita bisa bertemu kembali di Ramadhan yang akan datang.
Amiin ya rabbal alamin...

Semangat ber-Fastabiqul Khairat!


21 Komentar

  1. Barokallah kak wafi ��.. salam kenal.. Assalamu'alaikum ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam...terima kasih banyak..salam kenal yaa :)

      Hapus
  2. Hiks.. ;( Ramadhan kali ini mengharukan..gak bisa kumpul keluarga...Jakarta lockdown..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya yang dah terlanjur keluar jakarta agak susah masuk jakarta lagi..ada hikmahnya ternyata ya🤣

      Hapus
  3. Semangat jd alumni terbaik...

    BalasHapus
  4. Masya Allah.... Tulisan nya sangat menginspirasi 😍 pengen ikutan deh aku 😍

    BalasHapus
  5. Masyaallah barokallah kia... keren
    Semangatnya ngena banget di aku 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau isinya tersampaikan teh 😍

      Hapus
  6. Fokus Sama weekly planner ya mb, MasyaAllah kereenn euy.. BTW semoga Bukunya segera launching dan menjadi amal jariyah aamiin

    BalasHapus
  7. Masya Allah Tabarakallah. To do list dan planner yang begitu keren. Semangat ya! Saya terinspirasi juga nih. Alhamdulilah

    BalasHapus
  8. masya allah mbak, terstruktur sekaliiii! so inspiring 😍

    BalasHapus
  9. MasyaAllah sangat terstruktur sekali to do list nya. Semoga saya bisa mengikut, aamiim. Terimakasih atas sharingnya mba Kia :)

    BalasHapus
  10. Masya Allah, ditunggu bukunya mbaa hehe

    BalasHapus
  11. MasyaAllah... sangat inspiratif ❤️

    BalasHapus