CINTA AKAN MENEMUKAN JALANNYA


Alhamdulillah kemarin sempat mengisi kajian online tentang bahagia bersama AlQuran dan strategi apa saja yang bisa kita usahakan sebagai ibu. Di tulisan kali ini saya ingin menitik beratkan bagaimana pentingnya peran Ibu dalam membangun sebuah Ahlul Quran dan strategi apa saja yang bisa diusahakan Sebagai Madrasatul Ula.

Tentunya kita ingin anak-anak kita dapat mencintai agamanya melalui kita Ibunya. Mencintai kitab sucinya melalui kita Ibunya, bukan dari guru ngaji, guru sekolah apalagi ustad di televisi. Untuk itu, sebelum kita tularkan cinta AlQuran itu kepada anak, tentu kita yang harus terlebih dahulu mencintai AlQuran itu sendiri.

"Saya pasti cintalah sama AlQuran, buktinya saya shalat setiap hari, ya walau memang susah sih istiqomah tilawah setelah punya anak. Tapi Allah pasti ngerti kok kalau menjalani peran sebagai Ibu ini memang menguras waktu dan tenaga.."

Nah disini seperti ada ketimpangan antara cinta yang kita ucap dan pembuktian dalam aktifitas keseharian. Cinta itu bukan hanya sebuah perkataan, akan tetapi sebuah kata kerja yang membutuhkan bukti konkrit. Bagaimana mungkin anak akan tau Ibunya cinta AlQuran kalau AlQuran saja sudah berdebu karena lama tak disentuh. Bagaimana mungkin anak akan tau kita bahagia dalam beragama kalau ketika azan saja kita masih sering mengabaikan dan menunda. Bagaimana mungkin anak akan terbiasa telinganya dengan ayat suci jika yang kita stel di rumah adalah music-music yang justru melenakan hati mereka.

Akan tetapi ini memang kembali lagi kepada skala priorotas kita. Jika memang AlQuran bukan ternasuk skala prioritas setelah menjadi Ibu, maka kebiasaan diatas tidak ada salahnya. Sekali lagi ini adalah pilihan. Dan setiap ibu punya pilihannya masing-masing. Dan tidak ada yang salah karena memang semuanya pasti bertujuan yang baik untuk keluarga.


Ketika kita memilih AlQuran sebagai salah satu prioritas kita, maka mulailah untuk mengatur waktu agar bisa selalu bersamanya walau aktifitas kita padat merayap. Ingat bahwa cinta itu butuh pembuktian. Buktikan jika kita memang cinta dengan AlQuran. Bisa dimulai dengan merutinkan tilawah setiap selesai shalat. Atau bisa juga dengan membiasakan almatsurat pagi dan sore. Dengan meningkatkan interaksi kita bersama AlQuran, maka kita tidak akan canggung lagi untuk mulai menghafal, karena kita sudah terbiasa membawanya dalam kehidupan sehari-hari.

Cinta itu sejatinya juga menumbuhkan..
Cinta juga perlu pembuktian..
Jangan katakan cinta kalau hanya menyentuhnya ketika ingat saja..
Jangan katakan cinta jika kau berlahan menjauhinya hanya karena malu akan dosa-dosa..
Cinta itu magnet yang membuat kita selalu tersenyum bahagia ketika bersamanya..
Dan cinta itu pembiasaan..
Tidak instan..
Butuh waktu..
Itulah kenapa usia emas anak jangan sampai lepas untuk menuntunnya mulai mencintai alquran..
Bukan menunututnya untuk segera hafal Alquran..
Berhentilah bersembunyi di balik setumpuk tugas domstik di rumah sebagai istri dan Ibu..
Semua iBu memang sibuk..
Semua istri pasti akan sibuk..
Tapi tidak semua iBu dan istri yang mau kalah dengan kesibukan..
Waktu bisa diatur...
Aktifitas bisa disusun..
Tapi umur tidak bisa direset apalagi diulur-ulur..

Jika kau memang cinta..
Maka berhentilah menjadikan status ibu itu sebagai senjata untuk bersembunyi di balik cucian kotor atau mainan yg berserakan...

Bentuk ibadah kita setelah menjadi Ibu ini memang berbeda..
Bahkan menyapu yang diniatkan agar keluarga nyaman beribadah saja bisa menjadi ladang pahala..
Tapi ini tentang skala prioritas...
Skala prioritas setiap orang tidaklah sama..

Tapi..
Jika memang AlQuran ini termasuk dalam skala prioritasmu...
Maka kita akan mencari segala cara agar bisa tetap adil walau hari terasa sempit..
Walau kepala sudah mumet dengan segala aktifitas domestik..

Cinta itu juga menular....
Jadi, Jika ingin keluarga cinta dengan alquran, Ingin anak2 dekat dengan AlQuran.
Maka jangan menunggu..
Tapi bawa langsung ke dalam aktifitas domestik sehari-hari, kedalam rumah, dan biarkan cinta itu menular ke setiap anggota keluarga.


Walau tertatih susahnya lidah kembali mengeja. Tapi anak2 kita akan mengingat sepanjang hidupnya. Bahwa ia mendapatkan cinta AlQuran itu bukan dari guru ngajinya. Apalagi dari hafiz cilik idolanya di telivisi. Tapi dari kita..
Sang madrasatul Ula..

Salam cinta sesama Ibu..
Salam cinta untuk kita yang dari bangun sampai tidur lagi tidak henti mengurus keluarga..

Maka tentukan lagi apa saja yang menjadi skala prioritasmu...
Karena menjadi Ibu ini adalah anugrah..

Dan jika kau memang cinta dengn AlQuran..
Maka usahakanlah mulai dari sekarang..
Walau payah untuk mulai kembali meningkatkan interaksi kita dengan AlQuran..
Tapi percayalah Cinta akan menemukan jalannya..

#momssupportmoms
Untuk Tips menghafal bagi para Ibu ada di postingan sebelumnya tentang tips menghafal AlQuran untuk para Ibu

42 Komentar

  1. MasyaaAllah...terima kasih pengingatnya
    Nice share mba😊

    BalasHapus
  2. Masya Allah.. Hafidzah 30 juz mb masya Allah Allahu akbar❤️ segera menuju link berikutnya😘

    BalasHapus
  3. Terimakasih telah mengingatkan, sebagai renungan buat saya agar mengobati hati dengan Al Quran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena AlQuran memang obat paling ampuh ya mba :)

      Hapus
  4. MasyaAllah, menjadi renungan buat saya bagaimana ingin menciptakan generasi Quran kalau kita sendiri tidak mencintai Qur'an :(. Terimakasih atas sharingnya mba, tulisannya menyentuh sekali

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Semoga bermanfaat mba..yuk lebih insten dgn AlQuran :)

      Hapus
  6. MASYA Allah, ngena bgt ini mba...sudah seharusnya kita prioritaskan pendidikan tauhid Anak dgn mengajarkan cinta Al Quran, makasih sharingnya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba..karena ada fitrah iman mereka yang harus kita suburkan :"

      Hapus
  7. Masyaallah kia πŸ₯° semoga semangatnya busa menular ke aku. Biar bisa memgulang hafalan yang udah mulai pada hilang.

    BalasHapus
  8. Masya Allah mba, saya masih terus belajar agar selalu mencintai Al Quran mba

    BalasHapus
  9. masyaa allah, pas bangeeet aku baru mulai menghafal mbaak :”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mbaaaaa...saya bantu doain dari sini :"

      Hapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Masyaa Allah, bener mba harus dibuktikan ngga boleh ngomong doang, terima kasih sharing dan remindernya. :)

    BalasHapus
  12. Setuju Mba, cinta itu butuh pembuktian dan cinta akan menemukan jalannya 😊

    BalasHapus
  13. Maa Syaa Allah mba.. selalu buat aq terharu..
    bismillah semangat memperbaiki diri
    agar bisa menjadi Ibu yang pantas untuk generasi Qur'ani kelak
    aamiin ya robbal 'alamiin

    BalasHapus
  14. MasyaAllah... nice sharing ❤️

    BalasHapus
  15. MasyaAllah Hafizah 30 juz. Barakallah ya Mba. Smg msh bisa mengejar ketertinggalan. Jzk atas sharing nya mba

    BalasHapus
  16. #smg saya msh bisa mengejar ketertinggalan hafalan πŸ™ˆ

    BalasHapus
  17. MasyaAllah mba dr IP jg? Kmrn jd pematerinya? Ya Allaaah mba g nyangka 😍 -Aishanafi-

    BalasHapus
  18. MasyaAllah.. Setuju sekali mba, apa yang menjadi prioritas, itu yang akan kita siapkan waktunya. Dan sudah seharusnya Al Quran menjadi prioritas ya Mba.. Jazakillahu khoir..

    BalasHapus
  19. Masya Allah Tabarakallah. Kajian yang keren. Pas banget momennya...jadi pengingat bahwa peran ibu sungguh besar dalam mengajarkan Al quran

    BalasHapus
  20. Cinta butuh pembuktian dan akan menemukan jalannya.. 😍😍

    BalasHapus
  21. MasyaaAllah, jazaakillahu khairan sudah menularkan ghiroh pecinta quran. Bismillah pembuktian

    BalasHapus
  22. MasyaAllah, cinta akan menemukan jalannya dan cinta itu pembiasaan.. semoga aku bisa benar2 seutuhnya mencintai Al Quran dan selalu menjadikannya prioritas, Aamiin

    BalasHapus
  23. Cinta itu pembuktian. Dan memang harus memaksa diri agar terbiasa

    BalasHapus