NEW NORMAL DI NEGERI JIRAN


Terhitung artikel ini ditulis, alhamdulillah kasus positif covid di Malaysia tinggal 71 orang. Disini sudah tidak ada lagi lockdown (PKP) ketat seperti sebelumnya. Terhitung sejak tanggal 4 mei 2020 lalu, seluruh masyarakat (kecuali di beberapa zona yg diperketat) sudah diperbolehkan keluar rumah. Itu berarti sekitar 2 bulan new normal sudah digalakkan disini.

Saya pribadi hingga saat ini masih sangat jarang keluar rumah, bahkan bisa dihitung jari berapa kali saya berpergian keluar. Padahal disini semua orang sudah beraktifitas seperti biasa, bahkan tadikapun juga sudah kembali dibuka. Tapi karena sebenarnya sayalah yang belum siap ber-new normal seperti biasa. Terlebih saya terlalu banyak melihat berita covid di tanah air, sehingga belum bisa tenang bertemu dengan sesama manusia, walau covid disini sudah sangat turun kurvanya.

Bahkan saat lebaran Idul fitri kemarin kami juga sama sekali tidak menerima tamu dan tidak berkunjung kemanapun, walau sebenarnya disini masih ada keluarga jauh dari pihak suami, dan ada juga beberapa teman sesama dari Indonesia yang biasanya kami memang saling mengunjungi. Tapi lagi-lagi karena belum siap new normal, kami akhirnya memilih untuk tetap di rumah saja.

Agenda lain yang terlewatkan saat new normal ini adalah kopdar dengan Institut Ibu Profesional Asia-Malaysia. Sebenarnya hati ingin sekali datang, sudah sengaja menghafal dan mengingat wajahnya satu persatu biar tidak salah menyapa (the instagram power不), tapi qadarullah karena lagi-lagi belum yakin dan belum tenang bertemu dengan banyak manusia, akhirnya abi memutuskan :

Tinggalkan perkara yang meragu-ragukan, kalau Bunda sudah yakin baru kita berangkat...

Saya mulai berani keluar rumah dan tetap tidak betemu langsung dengan manusia lain itu sejak minggu kemarin. Tapi belum berani bertransaksi, jadi keperluan domestik masih abi yang beli. Semoga seiring berjalannya waktu bisa terbiasa lagi melihat kerumunan orang, karena sebenarnya saya juga sudah kangen ngeMall dan nongki cantik di KLCC park不. Bener ya ternyata corona meninggalkan efek parno sesama manusia. Oh iya ada beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan selama new normal, di antaranya :

PINDAH RUMAH


Awal bulan lalu kami memutuskan untuk pindah rumah. Dengan alasan klasik "bosan". Mungkin karena sudah berbulan-bulan tidak keluar rumah, kami jadi membutuhkan suasana dan nuansa baru agar lebih betah berada di dalam rumah. Dan sebenarnya pindah pindahan rumah ini tidak terlalu riweh seperti yang dibayangkan. Karena kami pindah ke rumah yang tidak jauh dari rumah kami sebelumnya. Plus masih dengan owner yang sama, jadi tidak terlalu susah dengan administrasinya.

Proses pindah rumah ini kami tidak meminta bantuan siapapun, karena masih ragu bertemu dengan manusia lain (allahu kayaknya saya harus berhenti dulu melihat berita covid di tanah air supaya jiwa ini lebih sehat), walau tawaran bantuan angkat barang datang dari banyak sumber tapi tetap kami usahakan melakukan semuanya sendiri dulu.

Ternyata tomboynya saya dulu, suka beladiri, itu berguna sekali saat proses pindahan rumah ini. Karenanya otot dan tenaga saya jadi jauh melebihi yang saya bayangkan. Jarak rumah baru yang tergolong dekat, membuat kami tidak menyewa mobil angkut, toh cuma beberapa langkah. Mengangkat sofa, kulkas, lemari kayu, 2 kasur king, semuanya alhamdulillah bisa kami lakukan berdua. Angsur-angsur sedikit demi sedikit pindahin printilan rumah yang ternyata setelah setahun disini tanpa disadari banyak juga menimbun barang rumahan. Alhamdulillah cukup 2 hari kami sudah bisa pindahan total. Rumah lama sudah dibersihkan seperti sedia kala. Rumah barupun sudah bisa dihuni dengan nyaman.

ULANG TAHUN AQILA


Beberapa hari setelah pindahan, usia Aqila tepat 2 tahun. Sebenarnya saya dan suami sama-sama dibesarkan dari keluarga yang jarang sekali merayakan pesta ulang tahun, biasanya hanya makan-makan syukuran serumah saja. Tapi karena saya dan suami sama-sama suka dekor, suka "bikin acara" padahal dulunya bukan anak event yang terjun ke lapangan, tapi anak mikir karena dimana-mana selalu jadi tim riset不. Jadi kami juga mau bikin agenda kecil-kecilan di rumah untuk Aqila. Cuma kami bertiga tapi ternyata menyenangkan dan Aqila terlihat sangat senang.

Abinya beli 3 cupcake kecil, hiasan dinding berupa beludru merah 1 rol, dan beberapa balon. Cuma 3 itu saja barang pendukungnya, yang pasti tripod dan kamera. Setelah saya share syukuran ulang tahun Aqila ini ke story instagram, banyak yang respon :

Padahal cuma 3 itu doang ya qii tambahannya, tapi kalau bareng Aqila kalian kayak lagi foto majalah...

Wkwkwkw, itu ada benarnya juga sih. Mungkin karena sejak pertama keluar dari perut saya,  dia sudah bertemu dengan lensa kamera, jadi sampai sekarang kalau diajak foto masyaallah paling siap pokoknya di antara saya dan suami. Padahal yang suka photography itu kami orang tuanya. Jadi jangan heran kalau instagram jadi tempat penyaluran hobbi saya, yaitu menulis dan photography. Oh iya untuk yang masih bertanya tips cara mengabadikan momen bersama baby supaya bisa senyum sumringah alami kayak Aqila ada di artikel saya sekitar 4 bulan yang lalu klik disini.

JOGGING DANAU KOTA


Jadi ini berawal dari saya yang minta dicarikan tempat sejuk, adem, sepi dan asri untuk piknik. Terinspirasi dari tetangga IP saya mba aty yang piknik bareng keluarganya ke air terjun, saya juga jadi mau ikutan piknik kecil-kecilan di luar. Tapi kami tidak ke air terjun, karena setelah bertnya ke beberapa orang yang sudah kesana, katanya kurang baby friendly. 

Akhirnya abi mulai mencari taman di sekitar sini dan bertemulah dengan Taman Danau Kota di google. Kaget sih sudah setahun disini tapi baru tau ada Danau kota不yang ternyata cuma beberapa menit dari rumah.

Untuk pertama kali kesana, kami cek tempat dulu (beneran bisa piknik gelarin tiker gak?) Jadi, niat pertama kesana itu untuk jogging. Kami memilih waktu siang menjelang asar (kebetulan lagi adem cuacanya) supaya tidak bertemu dengan keramaian orang-orang yang biasanya  jogging pagi dan sore. Setibanya disana ternyata masyaallah, tempatnya bagus dan asri. Mengingatkan kami akan danau di sentul nirwana Bogor. Tapi danau disini lebih luas. Dan track joggingnya lebih panjang.

Saat kami disana setidaknya cuma ada  3 orang yang sedang ada di Taman Kota. Jadi benar-benar sepi dan Aqila bebas lari-larian sepanjang taman. Jalan setapak untuk jogging sempurna dipayungi oleh pohon-pohon rindang yang bikin suasanya tambah sejuk dan adem. Plusnya lagi ada tempat untuk duduk bersantai, ada saung serta hamparan rumput yang lumayan nyaman untuk diduduki setelah lelah jogging mutarin danau.

Tapi setelah melihat situasi disana memang tempatnya bukan untuk piknik, bisa sih membawa bekal untuk sekedar makan melihat danau, tapi untuk gelarin tikar sepertinya tidak dianjurkan不. Setidaknya alhamdulillah kami menemukan tempat main baru untuk sekedar Aqila lari-larian bebas dan masih asri. Jadi kalau bosen di rumah, ya tinggal kesini. Dengan catatan tidak saat jam ramai (pagi dan sore).
---
Selama new normal yang pasti lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, saya dan suami juga memutuskan untuk menjadikannya sebagai waktu guna evaluasi dan menjadikan #dirumahaja sebagai batu pijakan untuk lebih produktif. 


Untuk itu kami membagi fokus menjadi 3  bagian selama di rumah, yaitu sebagai individu, sebagai pasangan dan sebagai orang tua. Walau biasanya kami memang ada halaqah bertiga bareng Aqila dan abi yang jadi murobbinya, kali ini kami lebih memfokuskan diri bagaimana caranya agar setelah corona ini selesai, ada hal baik yang sudah kami lakukan.

Sebagai pasangan kami jadikan ini untuk lebih mendekatkan bonding, sebagai orang tua kami habiskan waktu untuk fokus bermain bersama Aqila. Belajar bersama tentang toilet training, menyapih dan berbagai kegiatan lainnya guna lebih mengikat bonding kami sebagai pasangan dan orang tua.

Sedangkan saya sebagai Individu, masa new normal ini saya jadikan sebagai tempat untuk menulis sebanyak-banyaknya. Ini juga sebenarnya masukan dari suami, karena waktu suami lebih banyak di rumah, jadi pembagian tugas akan lebih ringan. 2 hal yang sudah saya jalankan selama new normal ini yaitu :

PANEN BUKU


New normal saya jadikan sebagai waktu untuk panen/rilis beberapa buku. Alhamdulillah ada beberapa buku saya yang memang dirilis selama masa new normal ini. Ada yang memang ditulis saat masa lockdown kemarin, ada juga yang memang sudah lama ditulis tapi macet di penerbit. Di antaranya buku saya yang sudah  panen di masa new normal ini yaitu :

1. Covid, wabah, ujian dan hikmah
2. Birth Story
3. #dirumahaja
4. 99 Pesan anak muslim
5. Melangkah menuliskan kisah

Dan alhamdulillah-qadarullah buku solo pertama saya juga akan rilis 2 minggu lagi. Panen buku di masa new normal ini memang menjadikan karya buku saya jadi melonjak drastis. Yang awalnya cuma 8 atau 9 buku, sekarang sudah ada belasan buku yang saya tulis.

MENANAM BIBIT NASKAH


Pada masa new normal ini juga alhamdulillah ada sekitar 3  naskah buku lagi yang sedang saya tulis. Saya tidak tau kenapa, ketika saya mulai melakukan sesuatu atas ridho dan izin suami, semesta seperti mendukung langkah saya. Mempertemukan saya dengan Majelis penulis, memberikan banyak kesempatan menulis bareng. Dan bismillah mohon doanya buku solo kedua saya juga sudah selesai outlinenya. Tinggal dieksekusi (semoga Allah mudahkan, mohon doanya).

Untuk buku solo kedua ini insyaallah buku cerita anak yang saya kembangkan dari kitab hadist arbain. Kenapa hadist arbain?. Karena hadist arbain ini sejarah saya menghafalnya masih teringat sampai sekarang. Dulu saat SMP, ketika akan naik kelas harus sudah hafal semua hadist arbain beserta arti, matan dan sanadnya. Makanya sampai sekarang di antara banyak hadist yang dihafal, 40 hadist shahih yang ada pada hadist arbain inilah yang masih sangat lengket di kepala.

Plus terinspirasi dari salah satu project buku anak bulan lalu, saya mulai terfikir kenapa tidak menjadikan hadist yang saya hafal dan hobbi saya dengan menulis sebagai ajang dakwah kepada anak-anak. Terutama untuk Aqila yang memang sudah kelihatan akan ada sisi maniak buku seperti abi bundanya ini. Pendekatan dakwah hadist berbalut cerita kepada anak pasti akan sangat menyenangkan dan bisa menjadi media tambahan orang tua untuk mengenalkan agama kepada buah hati dan membantu anak dalam membangun cinta buku sejak kecil.


Untuk buku solo kedua ini juga merupakan alasan kenapa saya mulai kembali ke dunia desain dan gambar. Karena jika ingin menulis buku anak tentu akan banyak  membutuhkan ilustrasi dan gambar. Pengalaman dari buku solo saya sebelumnya sangat susah mencari ilustrator yang cocok di mata dan pas di kantong. Untuk itu setelah sejak 2013 fakum dari dunia gambar dan desain, saya ingin kembali menekuni bidang ini. Agar saya lebih mudah dan santai menulis buku - buku anak lainnya. Plus nya juga bisa mengurangi cost pembuatan buku, sehingga harga buku saya bisa lebih murah dan pas di kantong.

Sebenarnya dulu saat MA saya sangat suka desain dan gambar. Bahkan saat itu pernah ikut lomba pembuatan poster gogreen menggunakan photoshop antar kota Sumatera Barat  dan qadarullah meraih juara 2. Tapi setelah masuk kuliah saya tidak pernah lagi menggambar dan mendesain karena saya jadi lebih suka menulis dan riset. Dan bismillah semoga niat baik saya dengan kembali masuk ke dunia desain dan gambar bisa memudahkan saya untuk menulis buku-buku anak selanjutnya. Amiiiiiiin.
 ---
Masyaallah ternyata panjang juga ya cerita new normal versi saya dan keluarga. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk mengisi masa new normal lebih bijak dan bermanfaat.
Amiiiiin.

Salam literasi..
Happy sharing..

26 Komentar

  1. Masya Allah, barakallah utk panem bukunya ya mba, paket komplit ya pinter nulis ma gambar jga..itu pake potoshop ya mba bikinnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak mbaa..itu pake hp dan jari aja gambarnya..pake app medibang mba..semangat semangat

      Hapus
  2. Masyaallah selalu menginspirasi kia. Semoga semua niat baik di mudahkan ya. gak sabar pengen baca bukunya 弘

    BalasHapus
  3. masyaaAllah tabarakallah mba
    semoga sehat selalu ya
    qadarullah...bagi saya, setiap hari adalah new normal dr sejak pandemi terjadi...tak ada bedanya
    jd tau...kapan jalanan mulai sepi dan mulai ramai lagi :))

    BalasHapus
  4. Fotonya keren MasyaAllah.. Grid Pic nya pake apps apa yah mb?
    BTW aku jg udah ga mo nonton berita covid lagi, biar ga stress ibu bayik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Canva mbaaa...wkwkw..sama y mbaa biar gk stres不

      Hapus
  5. Maa syaa allah selalu mengalir dan enak untuk dibacaaa

    Salam untuk keluarga mbaa

    BalasHapus
  6. Masya Allah mba', semoga bukunya bisa jd ladang amal ya mba'. .Aq galfok sama foto anaknya mba', fotogenic banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiin y rabb amiin..masyaallah nemang suka senyum di lensa dia不不不

      Hapus
  7. Produktif banget mba. Selama pandemi banyak buku yang terbit. Semoga penerbitan buku solo keduanya lancar ya mba

    BalasHapus
  8. MasyaAllah super produktif ya selama pandemi..

    BalasHapus
  9. MasyaaAllah keluarga inspiratif sekali. Semoga bisa mengikuti jejak Mba Wafi dan keluarga :) aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masyaallah keluarga mba jugaa kereeenn..semangat mbaaa :)

      Hapus
  10. Mbaaaa.. keren bgt.. itu bagi waktunya gmna? Jujur aku jg pingin punya buku huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh tentang time managemen ada di buku solo saya mbaa...saya juga ada share dikit di artikel sebelumnyaaa..

      Hapus
  11. MasyaAllah mbak wafiii kereeen bangeeet aku jadi ngefans

    BalasHapus
  12. MasyaAllah... seru banget ❤️

    BalasHapus