REVIEW BUKU MONTESSORI


Hai pembaca...
Sudah lama sekali ingin mereview 2 buku ajaib ini. Dapet bukunya bulan februari lalu saat balik ke Indonesia, karena berbagai kesibukan saat corona, akhirnya 2 buku ini baru bisa ditamatin bacanya bulan lalu.

Oh iya mungkin dari judulnya udah pada tau ya kalau 2 buku ini tentang montessori.

Yah, aku belum terlalu tertarik tentang montessori nih bund, terlihat ribet..

Eits, jangan fikir saya juga rajin bermontessori di rumah yaaa..

Terlalu banyak printilan yang harus dibeli bund kalau montessori, rumah belum kondusif, dan dana belum ada untuk memfokuskan beli semua alat pendukung montessori itu di rumah..

Hei sayapun sama sekali belum ada mengkhususkan beli printilan montessori lho. Apalagi kami juga baru pindah rumah (ya pindah sebelahan sih) tapi tetap aja rumah jadi "heboh" beberapa hari selama pindahan. 

Jadi, karena saya bukan praktisi montessori yang ahli dalam mengembangkan ide permainan, maka disini saya tidak akan sharing tentang kegiatan montessorinya. Tapi lebih kepada pemahaman-pemahaman atau berbagai teori pengasuhan yang diterapkan oleh montessori dan ternyata sangat relate di kehidupan kita selama menemani setiap pertumbuhan dan sikap anak.

Awal membaca dua buku ini, saya dihadapkan oleh setiap pembahasan yang langsung merubah mindset dan sikap saya terhadap anak. Oke supaya tidak penasaran, saya coba ulas secara umum ya betapa bagus nya buku-buku ini.

THE MONTESSORI TODDLER


Identitas Buku 
Judul : The Montessori Toddler
Pengarang : Simone Davies
Penerjemah : Ade Kumalasari
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan pertama : Oktober 2019

Buku  Simone Davies ini merupakan buku montessori pertama yang saya baca. Buku ini menurut saya sangat lengkap menjelaskan tentang arti sebenarnya dari tingkah laku anak yang menurut kita mungkin kurang tepat. Seperti ketika ia tantrum, atau ketika ia sengaja menjatuhkan perabotan, atau ketika ia membuat keributan di rumah. Dari buku yang berisi 284 halaman inilah akhirnya saya mulai yakin dan lebih percaya kepada setiap sikap yang anak saya tunjukkan. Seperti ketika ia menangis, saya akan lebih peka tentang sebenarnya apa yang ia butuhkan, bukan langsung nenyuruhnya berhenti menangis.

Ketika ia mencoret-coret sprei, kasur, dinding dan meja, saya tidak memarahi dan menyuruhnya berhenti dan menceramahi perbuatannya bahwa yang ia lakukan itu salah. Dari buku inilah akhirnya respon saya justru berusaha memerhatikan dengan jeli sebenarnya apa yang ingin anak saya kuasai, sedang berada di masa sensitive periods apakah ia di usianya sekarang.

Fyi bahasan tentang sensitive periods merupakan salah satu bahasan yang sangat saya sukai dalam buku ini, dan akan saya bahas di artikel terpisah (baca di sensitive periods pada anak), karena pembahasannya lumayan panjang. Intinya dari buku ini akhirnya saya lebih berlaku adil kepada segala sikap anak saya, lebih menghargainya sebagai individu yang pasti berbeda maunya dari kita. Bahkan awal saya membaca pendahuluannya saja sudah merubah cara pandang saya terhadap dunia balita. Hingga saya sama sekali tidak pernah terbesit tentang the terrible twos pada setiap sikap anak saya yang memang lagi pada tahap eksplorasi tinggi.

Buku ini juga memberitahu kepada kita bagaimana menata rumah bersama balita, terkesan sepele dan tidak penting, tapi setelah saya terapkan ternyata memang ada pengaruhnya pada aktifitas anak saya sehari-hari. Bahkan saya yang dulunya menganggab bahwa montessori itu berarti harus membeli alat-alat mainan pendukung seperti mainan kayu-kayuan, lemari buku dan mainan yang bagus atau wadah luas untuk setiap aktifitas mainnya, anggapan itu justru hilang setelah membaca buku ini. Karena setelah membaca nya hingga selesai saya jadi lebih mengerti

Oh ternyata bisa lho saya menerapkan montessori dengan mainan dan alat seadanya di rumah..

Jadi, bagi yang memang tidak menerapkan montessori di rumahnya tapi mau menambah ilmu dan insight baru tentang pola asuh, nah buku ini sangat cocok untuk dibaca. Kita sebagai orang tua yang dianggab sudah dewasa ternyata masih sering bersikap kekanakan menghadapi perilaku anak di rumah. Nah buku ini sangat bisa membuat kita lebih rileks dan senantiasa berfikir positif terhadap segala perbuatan anak. Baik yang kita suka ataupun perbuatan yang mungkin selama ini kita anggab salah. 

Saya sudah lupa berapa tepatnya harga buku ini, akan tetapi sangat bisa dicari di market place seperti shoope, bukalapak, dsb. Jadi, jika ingin menambah investasi jangka panjang dengan sebuah buku, plus suka baca buku parenting dan sedang belajar pola asuh pada anak, maka buku ini adalah salah satu pilihan yang tepat.

ISLAMIC MONTESSORI


Identitas Buku 
Judul : Islamic Montessori-Inspired Activity (Mengenalkan Nilai-Nilai Islam dengan Cara Menyenangkan)
Pengarang : Zahra Zahira
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan Pertama : April 2019

Awal membaca judul bukunya saya sudah menebak bahwa isinya memang akan didominasi oleh berbagai ide aktifitas montessori dengan pendekatan agama islam. Saya beli buku ini karena memang penasaran sejak awal.

Montessori islam? Memang ada ya?..

Setelah membca tuntas buku ini baru saya paham, oh ternyata memang di dalam aktifitas montessori itu bisa lho kita selipkan pembelajaran agama islam disana. Jadi walau ada pendekatan agama, akan tetapi dalam setiap kegiatan yang ada dalam buku ini sama sekali tidak menyimpang dari prinsip montessori itu sendiri. Kunci dalam pengaplikasian islamic montessori disini adalah penanaman akidah dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama anak.

Yang saya suka dari buku ini adalah layout nya yang sangat memanjakan mata. Full colour dan ilustrasi yang nyata dalam setiap aktifitasnya. Hal lain yang tak kalah bagus dari buku ini adalah penulis menyajikan Lesson Plan lengkap untuk 30 minggu. Dengan seluruh kegiatan montessori yang selalu ada aspek islamic studiesnya. Jujur saya takjub banget pertama kali melihat kedetailan aktifitas yang disajikan dalam buku ini.

Jadi, bagi orang tua yang mempunyai anak usia 2-6 tahun di rumah, kadang bingung ngasih aktifitas yang bermanfaat ke anak, plus mau mengenalkan tauhid dengan cara menyenangkan ke anak, maka buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Selain bahasanya yang ringan, buku ini juga mudah untuk dibawa kemna-kemana, karena ukurannya hanya 14x21.

Eits..
Jika moms tidak mau membeli, atau mau membacanya dulu, boleh kok pinjam buku saya. Karena saya juga sudah selesai baca, yang mau pinjam boleh hubungi saya ya.

Mom supports moms.
Selamat menambah hazanah literasi di rumah...

0 Komentar