ADA APA DI TRIMESTER 4?


Setelah melalui trimester 1 - 3 pada masa kehamilan. Sampailah pada saat yang ditunggu-tunggu, yaitu proses melahirkan. Para ahli mengatakan ini adalah awal memasuki trimester 4. Yaitu saat lahir hingga usia bayi 3 bulan. Ini termasuk masa-masa yang sangat penting bagi ibu. Masa-masa transisi dari sebuah perubahan hidup yang besar. Sebagian besar banyak yang terlalu sibuk mempersiapkan proses melahirkan, dari ilmu hingga mencari provider yang pas di hati, hingga terkadang terlupa untuk mempersiapkan fisik dan mental pasca melahirkan. Itulah mengapa memahami apa saja yang mungkin terjadi di trimester 4 sangatlah penting.

Memahami apa saja yang akan dilalui bayi pada bulan-bulan awal ia baru dilahirkan. Seperti siap dengan intensitas menyusui yang padat per-2 jam sekali. Siap jika ASI tak langsung ada ketika melahirkan. Siap harus begadang dengan kondisi bayi menangis karena ASI belum keluar. Dan masih banyak lagi kesiapan lain yang ibu harus tau sebelum masuk masa melahirkan.

Kenapa ini penting? Karena untuk menghindari jatleg karena kaget belum ada persiapan. Terlebih lagi memang masa-masa awal melahirkan kondisi emosional ibu sangat tidak stabil. Kondisi inilah yang menyebabkan ibu sangat rentan mengalami BB (Baby Blues) atau lebih jauh lagi yaitu PPD (Postpartum Depression) atau depresi pasca melahirkan. Saya pribadi sebelum melahirkan memang sudah penasaran dengan 2 istilah ini. Mulai mencari tau dengan baca jurnal tentang BB dan PPD ini, artikel, web, situs parenting, bahkan saya juga menanyakan pada dokter saat konsultasi kandungan dan bidan.

Saat membaca segala hal tentang BB dan PPD ini, saya sedikit ragu "ah masa sih ada yang sampai kayak gini, insyaallah gak mungkin lah sampe depresi gini, masa sih ada yang sampai tega bunuh anaknya sendiri?..". Walaupun ternyata menurut data 60-80% ibu hamil itu mengalami yang namanya baby blues.

Qadarullah setelah sharing di instagram tentang BB dan PPD ternyata memang ada beberapa teman yang cerita kalau dia mengalami BB. Dan sayangnya beberapa orang tua baru tidak  tau kalau sang ibu sedang mengalami Baby Blues. Padahal jika Baby Blues tidak segera diatasi, dihawatirkan  akan mengagggu lancarnya ASI untuk si baby.

Jadi singkatnya, baby blues itu salah satu sindrom yang dialami oleh ibu setelah melahirkan, biasanya berlangsung 2 mingguan, jika lebih dari 2 minggu ya lebih baik lagi untuk konsultasi ke dokter atau tenaga ahli, karena bisa jadi sudah termasuk kedalam PPD. Ciri-ciri BB itu sendiri banyak macamnya,  bisa berupa menangis tanpa sebab, lelah, cemas, cepat marah, tidak sabar, gelisah, dsb (kalau mau tau kisah-kisah baby blues bisa dilihat di highlight instagramnya @mikhaudu atau @supermomsharing di sana ada berbagai cerita langsung dari ibu yang mengalami BB dan PPD).

FAKTOR BABY BLUES

Jika yang sedang baca artikel ini belum hamil dan melahirkan pasti akan berfikir "masa sih ibu habis melahirkan bisa gitu, lho bukan nya bahagia akhirnya bisa punya baby...". Iya bahagia itu pasti, apalagi setelah penantian panjang selama 9 bulan. Tapi ingat setelah melahirkan itu ibu akan memasuki "dunia baru" nya, adanya perubahan hormon dan emosional ini yang dapat menyebabkan Baby Blues. Awalnya saya sendiri masih berfikir masa sih sampai tega menyakiti bayi, akan tetapi setelah beberapa teman cerita eh ternyata BB itu memang bener-benar nyata ada dan rentan banget terjadi.

Banyak faktor kenapa seorang ibu baru mengalami BB. Bisa karena kurang tidur, masih kaget dengan jadwal tidur baby newborn yang mengharuskan kita begadang, kelelahan, atau merasa tidak diperhatikan karena semua mata sekarang terfokus pada sang bayi. Belum lagi jika ASI belum keluar, omongan kiri kanan juga bisa menyebabkan BB dan faktor lingkungan inti sangat menentukan.

Di sisi lain jug bisa karena keyakinan sebagian orang yang  tidak  boleh keluar rumah selama 40 hari sehingga membuat ibu stres dan tertekan di dalam rumah, atau keyakinan beberapa orang yang melarang aktifitas ini itu atau dilarang makan ini itu, fsktor lain juga bisa  karena LDR dengan pasangan sehingga merasa menanggung beban mengurus anak sendirian. Terlebih jika ada komentar kanan kiri yang masih menganggab sebelah mata ibu yang operasi cesar, padahal ibu-ibu yg melahirkan dengan operasi cesar pengorbanannya juga tidak  sedikit. Faktor lain juga bisa dipicu dengan perbedaan pola asuh kita sebagai orangtua dengan pola asuh ibu atau mertua kita yang mungkin  tinggal serumah dgn kita.

Kenapa BB harus segera diatasi?, karena BB juga bisa sampai ketahap halusinasi yang dapat membahayakan sang bayi. Dan BB pastinya juga  dapat mengganggu hormon oksitosin sang ibu, sehingga menghambat lancarnya ASI yang keluar, karena hormon oksitosin ini hormon bahagia (yang sudah melahirkan dan baca tentang proses nya pasti tau gimana pentingnya hormon ini selama proses persalinan berlangsung).

Melihat dan membaca kisah beberapa newmom yang mengalami BB, faktor utama juga datang dari sang ayah. Ternyata banyak dari para ayah yang tidak tau apa sebenarnya apa  yang  sedang dialami sang ibu, banyak dari para ayah baru yang tidak tau apa itu Baby Blues, tidak tau kenapa istrinya nangis tanpa sebab, tidak tau kalau sang ibu sedang bingung kenapa anak nya nangis terus, kenapa begini kenapa begitu. Nah faktor ketidak tahuan sang ayah inilah yang  juga bisa menyebabkan BB, padahal jika dibaca kisah-kisah ibu yang mengalami BB itu kasian dan sangat memprihatinkan.

Untuk pembaca yang bentar lagi jadi ayah, coba mulai baca lagi tentang  BB ini, supaya  tau bagaimana sebenarnya kondisi sang ibu, supaya nanti ketika anak sudah lahir perhatian ayah tidak hanya fokus kepada baby, tapi ibu nya jg, Supaya ketika berada di luar rumah terus ngchatt atau video callan yang ditanya bukan hanya baby nya saja tapi ibunya juga. Terlebih lgai perasaan ibu lagi sensitif-sensitifnya setelah melahirkan, mungkin pesan singkat sayang dari ayah bisa menambah hormon oksitosinnya ibu❤.

Nah sekarang sudah tau kan gimana sebenarnya keadaan emosional seorang ibu pasca melahirkan. Jadi, jika sedang menjenguk  baby yang  baru lahir, tidak usah menambah beban sang ibu dengan komentar receh yang sebenarnya kurang ahsan dan tidak penting..
Contoh :
- eh kok kurusan lagi sih habis lahiran
- eh kok masih gendut sih kayak belum lahiran aja
- eh kok lahiran nya operasi sih kenapa gak normal aja
- eh kok dikasih sufor sih..asi aja kan bagus..
- eh kok gitu sih nyusuin nya, ntar keselek lho anak nya
- eh kok anaknya nangis terus sih, asi nya kurang tuh pasti
- eh kok tambah kucel sih habis lahiran.

Dan komentar sejenis  lainnya. Ini fakta lho, beberapa teman yang habis lahiran curhat ke saya, kalau dia sangat terganggu dengan komentar-komentar seperti diatas. Kadang si ibu sungkan untuk menyampaikan karena mungkin tamunya teman dekat atau keluarga. Kalau ibunya cuek kayak saya sih gak apa apa, karena ada beberapa orang yang sangat sensitif dengan komentar-komentar di atas. Daripada komen yang tidak penting seperti itu, mending kamu semangatin ibu nya "eh kamu cakepan y habis lahiran..", " kamu hebat y bisa lahiran, aku aja boro-boro mau lahiran nikah aja belum. Sya hanya menyampaikan isi hati sebenarnya para ibu yang habis melahirkan.

TIPS MENGHINDARI BABY BLUES

Jadi, apa saya juga Baby Blues?

Alhamdulillah sampai sekarang tidak Baby Blues, walaupun lahiran tidak bisa ditemanin ibu langsung, alhamdulillah selama kontraksi masih bisa videocallan. Walaupun lahiran di rantau alhamdulillah masih sehat walafiat. Kalau ditanya kenapa bisa tidak mengalami BB saya juga tidak tau pasti faktornya apa, tapi ada beberapa notes dari saya supaya setelah melahirkan si Ibu tidak mengalami BB :

- Selama hamil jangan hanya sibuk mempersiapkan perlengkapan baby saja, tapi juga segala info seputar baby baru lahir, seperti memandikan, posisi menyusui, dsb, ini berlaku untuk ayah juga ya, karena jujur dulu juga ketika aqila lahir yang mandiin pertama kali itu abinya, karena sayanya nifas perlu banyak istirahat.

- Jangan lupa ibu juga berhak bahagia, makan makanan yang ibu suka, lakukan kegiatan-kegiatan yang ibu suka, jalan-jalan, supaya ibu tidak jenuh, jika memang tidak mau keluar sebelum 40 hari ya tidak masalah, setidaknya keliling-keliling rumah hirup udara segar.

- Jika memang memungkinkan make it simple, jika memang tidak sempat masak ya gofood, jika tidak sempat nyuci ya laundry, supaya ibu lebih leluasa adaptasi dengan sikecil. Karena kelelahan juga salah satu faktor BB.

- Ayah harus bisa adil antara ibu dan baby.

- Sering-sering pacaran lagi antara ayah dan ibu, ingat bahagia nya ibu itu bahagia nya anak, jika ibunya tak bahagia bagaimana mungkin anak juga akan bahagia.

- Husnuzzon/positive thinking, ini ampuh banget lhošŸ˜…karena kebetulan kemarin melahirkan di kampung abinya aqila, jadi banyak banget banget adaptasinya, kalau fikiran ini tidak dii positif kan, bisa-bisa badmood terus sepanjang hari.

Tapi alhamdulillah selama husnuzzon, fikiran positif, insya allah di manapun akan terasa nyaman. Karena ASI bukan hanya tentang apa yang dikonsumsi si Ibu, tapi juga apa yang dirasakan si ibu. Jika ASI si ibu kurang lancar, ayah jangan langsung tawarin sufor, coba ayah tanya dulu isi hati ibu, "ibu bahagia gak?..", "ibu mau dibelikan apa?..", "ibu capek y? sini ayah pijitin..", "apa yang ibu rasakan?...", dsb.

Silahkan dipraktekan oleh para ayah. Saya sebagai ibu muda sudah merasakan sendiri kok bagaimana ampuhnya kata-kata dari suami yang lebih ampuh dari ASI Booster manapun❤

Have a great day!!

0 Komentar