Melangkah Bersama

Setelah saya resmi menjadi seorang Ibu, saya mulai mencari tau tentang bagaimana menjadi seorang Ibu yang baik dan relevan di zaman sekarang. Mulailah saya masuk ke beberapa komunitas parenting dan komunitas yang bisa selalu mengupgrade diri saya. Disanalah saya bertemu dengan banyak Ibu-Ibu lainnya yang beda latar belakang dengan saya dati berbagai kalangan. Bertemu mereka membuat saya selalu bersyukur dan belajar untuk selalu memperbaiki diri. Saya selalu salut dengan Ibu-Ibu yang usianya lebih senior dibanding saya, akan tetapi semangat nya untuk terus mengupgrade diri dan ilmu semakin tinggi. Salah satu Ibu-Ibu yang semangatnya saya kagumi adalah salah satu member dari KURMA (Kelas Menulis Ramadan).

Di KURMA inilah saya mengenal mba Uti. Nama lengkapnya Nur Hayati, seorang wanita yang saat ini tinggal di Ponorogo. Belakangan saya tahu kalau mba Uti juga merupakan seorang guru sekaligus Ibu dan Istri di rumah.

Kami saling mengenal seminggu yang lalu. Kesamaan minat kami di bidang tulis menulis lah yang mempertemukan kami di grup KURMA. Mba Uti selalu rendah hati dengan mengatakan bahwa ia baru belajar menulis, walau saya tahu profesinya dibidang guru sudah lebih dari cukup meyakini bahwa tulis menulis bukan lagi hal yang asing baginya.

Melihatnya membuatku terbayang sosok ibuku yang jauh di pulau seberang. Karena sampai di usinya sekarang Ibu juga masih semangat mengupgrade ilmu di jenjang doktoral S3. Betapa aku kagum dengan Ibu-Ibu yang masih semangat menuntut ilmu ditengah segudang amanah yang mereke miliki.

Mba Uti dan saya sama-sama menyukai bacaan bergendre psikologi anak, motivasi, spritual, walau saya tidak terlalu suka komedi dan mistis seperti mba Uti, tapi saya yakin Allah mempertemukan kita dengan satu alasan.

Seseorang yang juga saya kagumi semangat nya adalah Bunda Hikmah. Bunda Hikmah juga lebih senior dibandingkan saya. Tapi semangat nya membuat saya tertegun, mengetahui caranya mengabdi pada suami membuat saya banyak belajar tentang ikhlas. Ya saya belajar ikhlas dari seseorang yang belum pernah saya temui tapi tulisannya sudah menggerakkan jiwa saya sebagai seorang istri.

Bunda Himah pintar dalam memilih kata-kata, tulisannya seperti punya dua sisi bagi saya yang masih pemula, sisi isi dan sisi seni dalam berkata. Saya dan Bunda Hikmah mempunyai kesuakaan yang sama dalam genre bacaan, yaitu tentang motivasi. Semoga kelak saya bisa kolaborasi menulis buku motivasi bersama bunda Hikmah.

Saya berharap bisa terus berkolaborasi dan terus belajar menulis bersama mba Uti dan Bunda Hikmah, setidaknya ketika melihat mereka di grup saya jadi tidak punya alasan untuk malas dalam menulis. Lihatlah bahkan orang-orang yang lebih sibuk dari saya masih menyempatkan waktu untuk belajar menulis, apalagi saya yang bukan siapa-siapa. Saya harus banyak belajar dari mereka.

Uhibbukum fillah mba Uti dan bunda Hikmah...
Semangat terus..

#KURMA
#kurmamenulisramadan
#day7

0 Komentar