REFLEKSI ULANG TAHUN DI MASA LOCKDOWN


Tak terbayang sebelumnya ulang tahun pada usia 25 tahun ini berada di tengah wabah covid. Di masa harus stay di rumah karena lockdown. Masih terbayang rasanya bulan lalu masih sempat ngomong ke suami "bi, ini ulang tahun pertama bunda di Malaysia, kita jalan-jalan kemana yaa..." Lalu mulailah kami menulis itinerary, nyari tau di google tempat-tempat unik yang belum kami singgahi. Qadarullah ternyata tak butuh waktu lama bagi Allah untuk menggenapkan korban yang positif corona menjadi 3000 lebih pada hari ini. 
Memang tak ada kue atau lilin seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak ada foto ciamik ala-ala kami yang lagi travelling party. Tapi syukur yang tak terhingga adalah kami masih bisa berkumpul bertiga dalam keadaan sehat. Walau harus terkurung di rumah karena masih masa lockdown, tak apa sungguh saat ini tak banyak lagi ingin selain supaya Allah selalu lindungi kami dimanapun kami berada. Terbayang di luar sana banyak yang berpisah dengan anak atau pasangannya karena wabah ini. Apalagi para petugas medis yang pasti juga punya keluarga, akan tetapi keadaan yang membuat mereka harus terpisah sementara.

Setelah merasakan bagaimana jenuh nya tidak boleh keluar rumah, takutnya bertemu orang-orang karena kita tidak tau dia darimana saja, parnonya melihat berita-berita, sampai di titik ini saya merasa bahwa ternyata yang terpenting dalam hidup ini adalah kehidupan itu sendiri. Sedangkan kemewahan, prestise masyarakat, gengsi, dan hal yang lainnya ternyata tak ada guna ketika kebebasan tak milik kita.
Pernah merasa seperti esok belum tentu ada?, seperti itulah ketakutan yang dirasa. Apalagi hidup di negara orang ini tak ada yang bisa menjamin apapun selain asuransi dari Allah. Ulang tahun kali ini bukan lagi tentang sederet doa untuk diri sendiri, tapi doa untuk bumi agar segera sembuh dan kembali normal..

"Wahai covid, kami tau selama ini kami salah. Kami mengabaikan keluarga hanya demi pekerjaan. Kami buang rasa kemanusiaan hanya karena uang. Kami berlomba-lomba agar hidup mewah tanpa menghiraukan sekitar. Kami tau kami salah. Kami tau selama ini kamipun sudah jahat kapada bumi. Enteng membuang sampah sembarangan, mencabut tanaman sesuka hati, kami tau kami salah. Wahai covid, kedatanganmu sudah cukup membuat kami sadar selama ini kami banyak kehilangan waktu untuk orang terkasih, hadirmu membuat kami sadar bahwa tuhan telah lama menunggu kami untuk meminta tapi kami masih selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri, kedatanganmu sudah cukup membuat kami paham apa hakikat hidup sebenarnya, kami hanya ingin memasuki Ramadhan dengan tenang, shalat terawih bersama di mesjid, kami hanya ingin bisa kembali menjemput idul fitri bersama keluarga tercinta, cukup bagimu memberi kami banyak pelajaran wahai covid, pergilah dari bumi, tugasmu mengajari kami sudah terselesaikan dengan baik..."

Malaysia, 06 April 2020

0 Komentar